• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • 1.jpg
  • 3.jpg
  • jagung1.jpg

Dinas Pertanian Kota Probolinggo

Dinas Pertanian Kota Probolinggo

Latar Belakang

Sebagai tindak lanjut dari diberlakukannya Undang-undang 22 Tahun 2012 tentang Pemerintahan Daerah, maka Pemerintah Kota Probolinggo telah mengadakan penataan kelembagaan termasuk Lembaga Teknis. Dinas Pertanian salah satu Lembaga Teknis terbentuk merupakan gabungan dari 3 (tiga) Dinas yaitu Dinas Pertanian Susunan organisasi Dinas Pertanian Kota Probolinggo berdasarkan Peraturan Daerah Kota Probolinggo  Nomor 06 Tahun 2008 Tanggal 23 April 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kota Probolinggo serta dikuatkan oleh Peraturan Walikota Probolinggo Nomor 28 Tahun 2012 Tanggal 19 November 2012 tentang Tupoksi Dinas Pertanian Kota Probolinggo, yang terdiri atas : 1 (satu) Sekretariat dan 4 (empat) Bidang yaitu Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Bidang Peternakan, Bidang Kehutanan dan Perkebunan serta Bidang Ketahanan Pangan.

Wilayah Kota Probolinggo sangat strategis untuk Pengembangan dan Pemasaran Komoditi Pertanian, disamping letak geografis, juga didukung oleh infra struktur yang ada. Kota Probolinggo merupakan persimpangan antara wilayah Jember, Banyuwangi, Malang, Lumajang, Pasuruan dan Surabaya. Disamping kondisi pertanian yang masih dominan, Kota Probolinggo juga merupakan Kota Transportasi, Perdagangan, Industri dan sekaligus Kota Transit untuk tujuan wisata antara Bromo dan Bali.

Dari sisi Agroklimat, Kota Probolinggo beriklim kering dengan bulan basah 4 (empat) bulan dan bulan kering 8 (delapan) bulan dengan daerah berdataran rendah yang merupakan jalur Pantura dengan luas lahan Sawah 1832,00 Ha, Tegal 928,33 Ha dan Pekarangan 2.906,72 Ha

Jumlah penduduk Kota Probolinggo tahun 2012 berdasar coklit sebesar  Kurang Lebih 219.139 Jiwa dengan mata pencaharian sebagai petani sebesar 8.227 orang yang tergabung dalam kelompok tani binaan Dinas Pertanian Kota Probolinggo sejumlah 70 kelompok tani, terdiri dari   5 kelompok tani di Kecamatan Mayangan,  16 kelompok tani  di Kecamatan Wonoasih dan 20 kelompok tani di Kecamatan Kademangan, 20 kelompok tani  di Kecamatan Kedopok,  dan 9  kelompok tani  di Kecamatan Kanigaran.

Pembangunan pertanian termasuk pembangunan bidang ekonomi pada sub bidang Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan. Dengan demikian ruang lingkup pembangunan pertanian berada pada kerangka Pembangunan Ekonomi sekaligus untuk menopang Ketahanan Pangan



 

TUJUAN DAN SASARAN

TUJUAN ORGANISASI

Tujuan organisasi merupakan implementasi atau penjabaran dari misi dan menunjukkan suatu kondisi yang ingin, dicapai dimasa mendatang. Dalam kerangka perencanaan strategik tujuan akan mengarahkan perumusan sasaran, kebijaksanaan, program dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi.

Dengan berdasarkan misi Dinas Pertanian maka penjabarannya kedalam tujuan dapat dirumuskan sebagai berikut :

1.1 Peningkatan Produksi melalui Penerapan Teknologi

1.2  Pemantauan Ketahanan Pangan dan Gizi

2.1  Penerapan Manajemen Agribisnis Yang Efektif dan Ramah Lingkungan

2.2  Peningkatan Peran dan Fungsi Kelembagaan dalam Sistem Agribisnis

Pengembangan Sumber Daya Pertanian

3.2  Mengembangkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Pertanian

SASARAN ORGANISASI

Sasaran adalah merupakan penjabaran dari tujuan. Sasaran menggambarkan hal yang ingin dicapai melalui tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, sasaran yang ingin  ditetapkan diharapkan dapat memberikan fokus pada penyusunan program dan kegiatan yang bersifat spesifik, terinci dapat diukur dan dapat dicapai.

Atas dasar arti dan makna penetapan sasaran dimaksud serta berdasarkan arahan tujuan yang telah ditetapkan maka sasaran Dinas Pertanian yang akan diwujudkan dalam kurun waktu sampai dengan 5 tahun mendatang ditetapkan sebagai berikut  :

a. Tercapainya Peningkatan Produksi Pertanian sebesar 2 % per tahun melalui pengembangan usaha pertanian terpadu,

b. Tercapainya Peningkatan Kecukupan Pangan sebesar 1,5 % per tahun melalui Kebijakan Penekanan Kehilangan Hasil,

c. Menekan Ketergantungan Bahan Pokok Pangan Beras melalui Kebijakan Pengembangan Bahan Pangan Alternatif,

d. Terpantaunya Ketersediaan dan Desentralisasi Bahan Pangan Strategis melalui Peningkatan Ketersediaan Bahan Pangan Strategis (Nabati dan Hewani),

e. Terlaksananya  Pengembangan Produk Unggulan melalui Pelestarian Tanaman Khas Kota dan Pengembangan Komoditas Pertanian Unggulan,

f. Terlaksananya Pengelolaan Usaha Tani Yang Ramah Lingkungan melalui Penggunaan Teknologi Tepat Guna dan Ramah Lingkungan,

g. Terwujudnya Kelembagaan Petani/Peternak yang Tangguh dan Mandiri,

h. Terciptanya Pola Kemitraan Usahatani

i. Optimalisasi Sumber Daya Manusia melalui Diklat, Studi Lapang dan Magang,

j. Optimalisasi Sumber Daya Alam  melalui Pemanfaatan Lahan-Lahan yang Kurang Produktif dan Lahan Marginal,

k. Tecapainya Peningkatan Pendapatan Petani Kecil/Miskin melalui Pemberdayaan Petani Kecil,

Tewujudnya Peningkatan Nilai Tambah Produk Pertanian dengan Kebijakan Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Kecil Pengolah Hasil Pertanian.

Letak Geografis

Letak Kota Probolinggo pada koordinat 7043'4'-7049'04' LS dan 130010'-113015' BT dengan luas wilayah 56.667 km2 dengan garis pantai sepanjang 7 km2. Kota Probolinggo terletak pada ketinggian 0-50 m diatas permukaan tanah dengan 0-2% tanah berkarakteristik belerang dari luas kota secara keseluruhan.

Secara geologis wilayah kota probolinggo terbentuk dari bahan induk batuan vulkanis dari zaman quarter muda dan batuan endapan muda(alluvilum). Jenis tanah wilayah kota probolinggo terbagi menjadi 3, yaitu tanah alluvial (69,89%), tanah mediteran (13,20%) dan tanah regosol (4,82%).

Kontak

Jl. Soekarno-Hatta no. 265

Telp. (0335) 433191

Dedicated Cloud Hosting for your business with Joomla ready to go. Launch your online home with CloudAccess.net.